Film Bioskop Terbaru
Link Poker Online itu99 LiveChat Togel Online ituVip
Agen Bola Online ituGol Kontak Poker Online ituQQ
Link Casino Online ituCasino

Seperti di Film, Bisakah Manusia Membuat Hotel Luar Angkasa ?

9 November 2019

Suara.com – Rencana NASA membangun koloni manusia di Mars ataupun Bulan telah menjadi rahasia umum. Terbaru, sebuah perusahaan swasta Gateway Foundation ingin membangun hotel luar angkasa.

Hotel luar angkasa tersebut digambarkan perusahaan sebagai “pelabuhan antariksa pertama” dan disebut sebagai Stasiun Luar Angkasa Von Braun Rotating.

Stasiun tersebut akan mengorbit Bumi dan tidak hanya mengakomodasi penelitian ilmiah, tetapi juga kunjungan wisatawan yang ingin merasakan pengalaman menginap di luar angkasa.

Stasiun Luar Angkasa Von Braun Rotating, merupakan stasiun luar angkasa berbentuk roda hipotetis yang berputar pada sumbunya, sehingga dapat menciptakan lingkungan gravitasi buatan (artificial gravity).

Stasiun luar angkasa Von Braun Rotating. [Gatewayspaceport]Bentuk stasiun luar angkasa ini pernah diadaptasi dalam berbagai film fiksi, salah satunya adalah Elysium.

Gateway Foundation berencana membangun pelabuhan antariksa itu pada awal 2025 dan mendapat dukungan dari perusahaan konstruksi luar angkasa Orbital Assembly.

Menurut Timothy Alatorre selaku arsitek utama stasiun ruang angkasa ini mengatakan bahwa Stasiun Luar Angkasa Von Braun Rotating akan mampu menampung hingga 450 orang dan terdiri dari berbagai macam interior, termasuk gimnasium, restoran, dan bar. Desain Stasiun Luar Angkasa Von Braun Rotating merupakan adaptasi dari Wernher von Braun.

“Inspirasi di balik Stasiun Luar Angkasa Von Braun Rotating juga berasal dari menonton fiksi ilmiah selama 50 tahun terakhir dan melihat bagaimana umat manusia memiliki mimpi tentang budaya kapal luar angkasa,” ucap Alatorre, sebagaimana lansiran laman Space.com.

Meski begitu, Gateway Foundation mengakui bahwa ada kemungkinan tahun rencana diselesaikannya Stasiun Luar Angkasa Von Braun Rotating akan mundur ke belakang setidaknya hingga 2027, mengingat ada banyak teknologi dan hal baru lainnya yang harus dipersiapkan.

Sayangnya, pihak Gateway Foundation tidak membeberkan mengenai biaya yang akan dikucurkan untuk misi tersebut serta teknologi yang akan diterapkan.