Film Bioskop Terbaru
Link Poker Online itu99 LiveChat Togel Online ituVip
Agen Bola Online ituGol Kontak Poker Online ituQQ
Link Casino Online ituCasino

Festival Film ASEAN ke-4 Dibuka Dua Film Indonesia Borong Nominasi

26 April 2019

MALAYSIA– Festival Film dan Anugerah ASEAN atau ASEAN Film Festival and Award yang ke-4 dibuka Kamis malam di Grand Margherita Waterfront Hotel, di Kota Kuching – Serawak, Malaysia. Ratusan insan film dari 10 negara ASEAN hadir, termasuk dari Indonesia
Aktor laga Hollywood Steven Seagal hadir sebagai bintang tamu. Sedangkan Menteri Pariwisata Seni dan Pemuda Serawak Datuk Haji Abdul Karim Rachmab Hamzah bertindak sebagai tuan rumah.
Perhelatan dua tahunan ini diselenggarakan untuk mempererat persahabatan bangsa bangsa ASEAN umumnya dan insan film khususnya. Serta menjalin potensi kerjasama untuk mengembangkan budaya serumpun .
Sebanyak 29 film masuk nominasi memperebutkan 9 penghargaan. Dari Indonesia film ‘Ave Maryam’ meraih nominasi untuk Film Terbaik, Aktor Terbaik (Chicco Jericko), Aktris Terbaik dan (Maudy Koesnadi), Editor Film dan sutradaranya (Robby Erthanto Soediskam). Tiga nominasi lainnya didapat dari film “27 Steps of May” untuk Sinematografi dan Nominasi Aktris Terbaik (Raihannun) dan Aktor Pensukung Terbaik (Verdi Sulaiman).
“Mereka yang masuk nominasi pada dasarnya sudah menang. Yang ‘The Best’ adalah yang beruntung, ” komentar aktor dan sutradara Slamet Rahardjo, semalam.
“Ini moment kita untuk terus memperkenalkan film Indonesia di forum internasional dan regional. Saat film kita ditonton dan dinilai. Ternyata film film ASEAN bagus. Tadi saya jadi pengin nonton film Vietnam, ” kata aktris Olga Lidya, gembira.
Film ‘Nightmare in Bali’ film produksi kerjasama Indonesia dan Malaysia dijadikan film pembuka di festival yang berlangsung 25 – 27 April 2019 ini.
Menteri Pariwisata dan Kesenian Sarawak, Datuk Abdul Karim menyatakan kegembiraannya pada acara ini. “Ini menunjukkan yang AIFFA menerima dukungan dari seluruh negara rantau Asean,” katanya.
Anugerah AIFFA merupakan acara dwi-tahunan untuk para sineas film dari 10 negara anggota Asean dan telah mula dianjurkan sejak tahun 2013.
Datuk Abdul Karim menjanjikan pemerintahan Sarawak memberikan insentif kepada pembuat film yang mengambil lokasi di sekitar Sarawak.
“Sarawak adalah lokasi terbaik yang akan menukarkan skrip filem menjadi satu seni paparan filem yang menarik dengan landskap yang sukar dilupakan, etnik yang unik dan kebudayaan penuh warna warni,” katanya.
Dari delegasi Indonesia di antara puluhan artis yang hadir nampak aktor aktris senior Slamet Rahardjo Djarot, Olga Lidya, Lukman Sardi, Ayu Laksmi. Nampak juga produser dan pengurus Badan Perfilman Indonesia (BPI) Dewi Umaya Rachman, serta wakil dari Pusat Pengembangan Film (Pusbang Film) Kementrian Pendidikan dan Kebudaayaan RI – dimas.